Refleksi Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa dan Serah Terima Jabatan Osis SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo Tahun 2025-2026
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Osis SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo Tahun 2025-2026 telah sukses dilaksanakan, dengan 32 peserta yang sangat berdedikasi tinggi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan kepemimpinan bagi siswa-siswi calon pengurus baru, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat belajar siswa-siswi untuk modal kehidupannya di masa mendatang.
Dengan mengusung beberapa materi edukatif, kreatif, dan reflektif, siswa-siswi telah mengasah pembelajaran leadership, cara berorganisasi, metode dan praktik wawancara, problem solving, serta digital editing. Topik LDKS dan Sertijab itu, selain menjadi bekal dalam memenuhi kebutuhan kepemimpinan dan pembelajaran siswa-siswi calon pengurus dalam meningkatkan kemajuan aktivitas sekolah, juga dapat menyongsong seluruh kegiatan inovatif sebagai promotor bagi siswa-siswi lainnya secara menyeluruh.
Dengan Leadership misalnya, siswa-siswi telah belajar apa dan bagaimana itu konsep kepemimpinan, gaya kepemimpinan, dan peran pemimpin dalam sebuah organisasi. Sebab, ketika sudah memahami konsep kepemimpinan, siswa-siswi dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka masing-masing ketika kelak diamanahkan menjadi seorang pemimpin.
Setelah mereka tahu apa dan bagaimana menjadi seorang pemimpin, mereka juga telah belajar bagaimana cara berorganisasi yang efektif, termasuk di dalamnya terhimpun perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan. Pembelajaran itu akan mengantarkan siswa-siswi dalam mengembangkan kemampuan mereka mengelola organisasi dan mencapai tujuan yang telah atau akan dikonsep-tujukannya.
Kepemimpinan dan organisasi memerlukan pembelajaran spesifik tentang mengolah daya pikir kritis dan rasa empati. Materi wawancara telah menjadi bagian dari mengolah daya pikir dan empati siswa-siswi SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo. Dimulai dari apa itu wawancara, seperti apa tentang teknik wawancara yang efektif, termasuk persiapan, pelaksanaan, dan bahkan evaluasi. Teknik wawancara dapat menjadi pisau pengetahuan untuk siswa-siswi dalam mengembangkan kemampuan mereka mengumpulkan informasi di seluruh tugas pembelajarannya.
Maka, memahami kerangka problem solving menjadikan suatu topik pelengkap untuk bekal siswa-siswi ketika dihadapkan dengan sehimpun masalah, bagaimana cara mengatasi masalahnya yang efektif, termasuk bagaimana mengolah plus mengidentifikasi masalah, menganalisis, dan mencari-memaknai solusi yang tengah dihadapinya. Sedangkan materi editing digital mengolah bagaimana media bisa digunakan untuk menyebarluaskan ide-gagasan dalam bentuk teks, visual, dan audiovisual yang lebih efektif plus menarik, termasuk di dalamnya mempelajari pula bagaimana cara kerja dan prinsip-prinsip editing, teknik editing, dan cara bijak berhadapan dengan dunia digital dewasa ini.
Materi Pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) plus Outbond menjadi penutup dari serangkaian kegiatan LDKS dan Sertijab SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo. Dengan kedisiplinan dalam pembelajaran PBB dan kegiatan outbond, pada dasarnya akan meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama tim bagi siswa-siswi, serta dapat membangun disiplin dan perasaan tanggung jawab, baik di lingkungan sekolah, maupun di luar sekolah.
Dengan materi yang relevan dan kegiatan yang diolah secara menarik, kegiatan LDKS dan Sertijab ini telah membantu siswa-siswi dalam mengembangkan kemampuannya, sekaligus menjadikan inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk mewujudkan dunia sekolah sebagai taman ilmu pengetahuan yang perlu didesain sesuai kebutuhan, dirawat, dijaga, dan dijalankan dengan penuh semangat dan cita-cita luhur-mulia.
By.Teguh